Preservation Strategy of Malay Folklore in West Kalimantan as a Protection Indonesian Cultural Heritage in the Modernization Era

  • Sri Kusnita
  • Sarwiji Suwandi
  • Muhammad Rohmadi
  • Nugraheni Eko Wardani
Palabras clave: Preservation strategy, folklore, cultural heritage

Resumen

This study aims to describe the preservation strategy of Malay folklore in West Kalimantan as a realization of awareness toward Indonesian cultural heritage. Pro- tection of folklore needs to do because folklore is a medium for former society to deliver the values of kindness that can be used by young generations for a behav- iour reference. The method employed was a descriptive qualitative method. Data collection technique employed FGD. The preservation strategy of Malay folklore in West Kalimantan can be carried out through Inventory of Folklore, alternative Learning Material, and bertutur (storytelling competition) in Malay cultural festi- val, and local government regulations.

Biografía del autor/a

Sri Kusnita
Doctoral Student of Bahasa Indonesia Education Teacher Training and Education Faculty Sebelas Maret University. Surakata Indonesia
Sarwiji Suwandi
Lecturer of Teacher Training and Education Faculty Sebelas Maret University
Muhammad Rohmadi
Lecturer of Teacher Training and Education Faculty Sebelas Maret University
Nugraheni Eko Wardani
Lecturer of Teacher Training and Education Faculty Sebelas Maret University.

Citas

AJI, Y.N,, H., SUWIGNYO, and MARYAENI. 2017. Pengembangan Ba- han Ajar Memerankan Drama Berbasis Legenda Untuk Kelas VII SMP Di Daerah Jawa. Jurnal Pendidikan: Teori, Penelitian dan Pengembangan. 2 (9) pp. 1168-1174.

AMALUDIIN. 2010. Nyanyian Rakyat Bugis: Kajian Bentuk, Fungsi, Nilai, dan Strategi Pelestariannya. Bahasa dan Seni. 38 (1) pp. 51-62.

BAKAR, R.A. 2017. Traditional Comunication the Authorship of Hikayat Pelanduk Jenaka. Kemanusian. 24 (1).pp 23-49.

CRESWELL, W.J. 1998. Qualitatif Inqury and Research Design: Choos- ing Among Five Tradition. California: Thousand Oask.

DENNY, M.P, MUTIAZ, I.R., and SRIWARNO, A.B. 2013. Transformasi Cara Penuturan Cerita dalam Bentuk Aplikasi Digital Storytelling sebagai Media Pengenalan Kembali Legenda “Calon Arang”. Nirmana, 15 (1) pp. 1-12.

DIKBUD. 2013. Tugas dan Fungsi Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat. Kalimantan Barat: Pendidikan dan Kebu- dayaan Provinsi Kalimantan Barat.

ENDRASWARA,S. 2012. Metodologi Penelitian Kebudayaan. Yogyakar- ta: Gajah Mada University Press.

FAKIHUDDIN, L. 2014. Mengungkap Sifat-Sifat Terpuji Manusia dalam Cerita Rakyat Sasak: Satuan Kajian Tematis. Lingua. 11 (1) pp. 47-58.

FATMAWATi, E. Media Baru Digital Storytelling di Perpustakaan. Jurnal Ilmiah Kepustakawan “Libraria”. 4 (2) pp.105-117

FU, C.C. 2016. Conserving Historic Urban Landscape for the Future Gen- eration – Beyond Old Streets Preservation and Cultural Districts Conser- vation in Taiwan. International Journal of Social Science and Humanity.6 (5).

HARYADI, T., and IRWAN, D. 2016. Penanaman Nilai dan Moral pada Anak Sekolah Dasar dengan Pendekatan Strorytelling Melalui Media Ko- munikasi Visual. Andharupa. 2(1) pp. 56-72.

HERAWATI, Y. 2010. Pemanfataan Sastra Lokal dalam Pengajaran Sastra. Lingua Didaktika. 3 (2) pp. 197-208.

IRIANTO, S., and MARGARETA, R. 2011. Piil Pesenggiri: Modal Bu- daya dan Strategi Identitas Ulun Lampung. Makara, Sosial Humaniora. 15 (2) pp. 140-150.

KASUSSE.,ET.ALL., 2016. Case Studies of Large-Scale Digital Preserva- tion Initiatives (LSDIS) as a Conservation Startegi for Heritage Material in Africa: Columbus IFLA WLIC.

MANSOR, Y. JAAFAR, S.B. AND MANAF, Z. A. 2013. Developing a National Digital Cultural Heritage Repository Centre for Malaysia: Issues and Challenges. Journal of Chemical Information and Modeling, 5 (3).

MARLENI, R. 2010. Cerita Rakyat Di Kenagarian Sungai Naniang: Kla- sifikasi dan Fungsi. Jurnal Ilmu Sosial dan Humaniora. 1 (2) pp. 179-204.

MILLER, S. 2013. The County Folk-Lore Series of the Folk-Lore Society. Journal of the Folklore Society. 124 (3) pp. 327-344.

MOLEONG, J.L. 2010. Metode Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.

MUBAH, A.S. 2011. Strategi Meningkatkan Daya Tahan Budaya Lokal dalam Menghadapi Arus Globalisasi. Jurnal Departemen Hubungan Inter- nasional. 24 (4) pp. 302-308.

NASSIR, N., KOK ON, L., IBRAHIM, I., and HUSSIN, S. 2017. Ele- ments of Local Beliefs and Wisdom in the Traditional Healing Memorates of the Tohal Murut of Sabah. Kemanusian. 24 (2) pp. 59-88.

NASRUDIN, E., and SALLEH, C. 2015. Malay Minds in Folkolre. Jour- nal of Business and Social Development. 3 (2) pp. 63-79.

NORMALIZA, A. R. 2014. The nearly forgotten malay folklore: shall we start with The software?. TOJET: The Turkish Online Journal of Educa- tional Technology. 13 (3) pp. 216-221.

RAFIEK. 2010. Teori Sastra. Bandung: PT Refika Aditama.

RACHMAN, M. 2012. Konsevasi Nilai dan Warisan Budaya. Indonesia Journal of Conservation. 1 (1): 30-39.

RACHMAN, A. 2015. Pemanfaatan Media Sosial bagi Penciptaan, Pe- meliharaan dan Penyebarluasan Pengetahuan dan Keterampilan Kearifan Lokal Afrika Timur. VI (1) pp. 1-17

RAHMAN. M. L. A. 2016. Mek Mulong: Kedah’s Unique Folk Perfor- mance. Jurnal Kemanusian. 23 (1) pp. 61-78.

PRIMADANY, S. R., MARDIYONO & RIYANTO. 2013. Analisis Strate- gi Pengembangan Pariwisata Daerah. Jurnal Administrasi Publik (JAP) 1(4) pp. 135-143.

SAURI, S. 2017. Kajian Strukturalisme dan Nilai Moral Cerita Rakyat Syekh Maulana Manshurudin Cikadueun sebagai Upaya Pelestarian dan Bahan Pembelajaran Sastra. Mendidik:Jurnal Kajian Pendidikan dan Pen- gajaran. 3(2) pp. 159-168.

SEHA, N., and RIVAY. O, S. 2015. Wayang Garing: The Function and Re- vitalization Efforts of Bantenese Iconic Culture. Metasastra. 8(1) pp.77- 90.

SETIAWANTI, Y. 2014. Rekontruksi Cerita Rakyat Djaka Mruyung di Kabupaten Banyumas. Sutasoma: Journal of Javanese Literature. 3 (1) pp. 42-48.

SOPANDI, A. 2012. Studi Kebijakan Penerapan Bahasa, Budaya, dan Se- jarah Bekasi sebagai Muatan Lokal di Sekolah. Makna: Jurnal Kajian Ko- munikasi, Bahasa dan Budaya. 3 (1) pp. 1-26.

SUKENI, S. 2012. Dampak Globalisasi terhadap Eksistensi Budaya Daerah. Jurnal Ilmiah CIVIS. 2 (1) pp. 307-321.

SUKATMAN. 2011. Butir-Butir Tradisi Lisan Indonesia. Yogyakarta: LaksBang Pressindo.

SUWANDI, S. 2008. Peran Cerita Rakyat dalam Menumbuh Kembang- kan Wawasan Multikultural Siswa. Makalah dipresentasikan pada Semi- nar Nasional Sumbangan Cerita Rakyat dalam Pembelajaran Bahasa Indo- nesia yang diselenggarakan Program Studi Pendidikan Bahasa Indonesia Program Pascasarjana Universitas Sebelas Maret, Surakarta, 21 Juli 2008.

TRIWARDANI, R., and ROCHAYANTI, C. 2014. Implementasi Kebija- kan Desa Budaya dalam Upaya Pelestarian Budaya Lokal. Reformasi. 4 (2) pp. 102-110.

VERONICA, A., BEDJO, B., and KURNIAWAN, D. 2015. Perancangan Media Digital Interaktif sebagai Pengenalan Cerita Rakyat Indonesia un- tuk Anak Usia 10-12 Tahun. Jurnal DVK. pp. 1-18.

WAHYUDDIN, W. 2016. Kemampuan Menentukan Isi Cerita Rakyat Sis- wa Kelas X SMA Negeri 1 SMA Negeri 1 Raha. Jurnal Basastra. 1 (1) pp. 1-21.

WARDANI, N.E., and WIDIYASTUTI, E. 2013. Mapping Wayang Tradi- tional Theatre As A Form of Local Wisdom of Surakarta Indonesia. Asian Journal of Social Science & Humanities. 2 (2) pp.314-321.

WIDUROYEKTI, B. 2007. Pemanfaatan Cerita Anak sebagai Alternatif Bahan Pembelajaran Apresiasi Sastra di Sekolah Dasar. Jurnal Pendidikan Interaksi. 3 (3) pp. 41-50.

WIRASTARI, V. A., and SUPRIHARDJO. 2012. Pelestarian Kawasan Cagar Budaya Berbasis Partisipasi Masyarakat (Studi Kasus: Kawasan Cagar Budaya Bubutan, Surabaya). Jurnal Tekni ITS. 1(1) pp. C-63-67.

YONO, S. 2013. Revitalisasi Mitos Gunung Siklop (CyCloop): Sebuah Alternatif Konservasi Danau Sentani Melalui Sastra Lisan. Metasastra. 6 (1) pp. 71-80.

Publicado
2019-08-13